SURAT KE-LIMA 19 JANUARI 2015

‘apa tidurmu nyenyak malam tadi?’ Ya. sambil menahan sesak dan mual yang sangat, aku menjawab YA. masih ingatkah pertanyaan itu? pertanyaan beberapa tahun lalu, saat malam terakhir kita sepakat untuk menyudahi semuanya dan mungkin bukan jawaban yang buruk yang aku berikan. ini bukan tentangmu, ini tentang kenangan yang terulang… seakan-akan aku masih saja ceroboh dalam mengambil keputusan, seakan-akan aku tak membutuhkannya, seakan-akan aku wanita yang tegas dan keras kepala, seakan-akan aku tak punya hati, dan seakan-akan aku mempunyai satu ujung pisau yang berbeda. kemudian, aku semakin berpikir dan berhati-hati. ternyata sebagianku adalah sebagian dari yang lalu dan sekarang. jika memang bumi itu bulat, maka jangan lihat dari sudut manapun.

Aku tak tahu

‘hai siapa kau yang dikatakan pemerintah?’ teriak mahasiswa. ‘perutmu membuncit mungkin terisi uang-uang kami si perut kerempeng,’ sekilas suara parau dari anak-anak kurang gizi. dibalik jeruji besi seorang wanita kaya terkapar dikabarkan tidak sehat. hah? kenapa mererka para tikus-tikus raksasa terserang penyakit psikologis. huuh pura-pura saja… padahal kami tahu psikologis kalian sudah sakit dari dulu! menggerogoti daging-daging ranum, mencintai tanah basah dan berkelit ‘AKU TAK TAHU’

desember 13, 2011
selamat hari anti korupsi, 09 desember 2014

Lomba Puisi #panjatpuisi

Dirgahayu Republik Indonesia Ke-69

Merdeka!!!

Dalam rangka memeriahkan HUT RI yang ke-69, Paguyuban Sastra Tangerang mengadakan lomba “Panjat Puisi” dengan tema: Kemerdekaan. Adapun kriteria lomba sebagai berikut:

Syarat-syarat:

  1. Siapapun (tanpa kecuali) boleh mengikuti lomba “Panjat Puisi” ini
  2. Posting puisi di wall PST dengan hastag ( ‪#‎panjatpuisi‬ ) di bawah/ akhir puisi
  3. Puisi yang sudah pernah atau belum pernah dipublikasikan.
  4. Puisi harus asli karya sendiri

Kriteria Penilaian:

1. Diksi, gaya bahasa, metafor dan unsur-unsur estetik pembentuk puisi
2. Keutuhan, keselarasan dan kesesuaian tema.

lomba dimulai hari ini, 16 Agustus – 24 Agustus 2014 (pukul 24:00 WIB). Pengumuman pemenang tanggal 25-26 Agustus di grup PST

bagi 4 orang yang beruntung dan sesuai dengan kriteria penilaian akan ada “Kadeudeuh” dari PST berupa pulsa 10 ribu untuk 2 orang dan pulsa 5 ribu untuk 2 orang

lomba ini diadakan dalam rangka partisipasi kecil untuk negeri Indonesia yang kita cintai ini, serta untuk menumbuh-kembangkan minat dan bakat menulis puisi kita

silahkan lomba ini di-share kepada teman-teman yang lainnya

mari kita bangun negeri Indonesia dengan hal-hal yang positif dan lebih bermanfaat.

Salam,

Paguyuban Sastra Tangerang (PST)
https://www.facebook.com/groups/alamkreasi/

 

SURAT TERBUKA UNTUK KAMU YANG ADA DI SANA

diprediksi; tahun ini diakhiri dengan bulan desember, berjumlah 12 bulan dalam setahun. dengan tanggal merah disetiap minggunya, 24 jam dalam sehari semalam, menjelang pagi matahari terbit, menjelang senja matahari terbenam. dan banyak kemungkinan yang terjadi, di batas kita yang mencari. begitu indah bila ketergantungan kita digadaikan dengan iman kita pada Pemilik Waktu.

sekian, terimakasih
17 Juli 2014

Surat ke-Empat, 11 April 2014

Masih Tentangmu.

Sudah lama tak menulis tentangmu atau tentang siapapun yang ada disekelilingku saat ini. Terakhir ku buat surat untukmu, menceritakan Tentangmu; dan Masih Tentangmu.

Frase yang ku tumpuk dalam ingatan tidak serta-merta menata dirinya sendiri menjadi sebuah kalimat, pragraf, kemudian menjadi kumpulan surat yang diserahkan pak pos kepadamu. Jum’at ini hujan tiba berbarengan dengan segerombolan kawanaan yang disebut air jatuh dari langit. Di tempatku, mungkin di tempatmu berbeda. Langit yang sama, bumi yang sama, Tuhan yang sama, kadang kondisi menyamar menjadi tak serupa.

Masih ingatkah waktu kau berbicara tentang etik dalam dunia fana? “bukankah kita percaya, ada tangan-tangan Tuhan yang bermain indah. seperti katamu; semua makhluk memainkan perannya dengan sangat baik. jadi, biarlah kita diam sejenak…. menunggu puncuk-puncuk bunga bermekaran. karena, kita pun ikut dalam lakon sebuah kehidupan. menyemai bersama, menuai berdua. Indah kita masih menguap, bahagia kita masih terkulum. Tak apa… karena hanya ada KITA” (250114). aku percaya! bukan padamu, tapi pada Tuhanku yang amat sangat baik.

Ku lihat ada kesenangan dari mata yang berbeda. Secepat apapun kau berlari, aku sudah ada di posisi finis, mengamatimu; berjalan pada jalanNya kah? Atau potong arah untuk tetap merasa paling diinginkan? Ucapku dalam hati. Walau kadang kita sama-sama mencium aroma rindu (*) dari tanah basah dikecupi hujan tak henti-henti. Jarak kita tidak dekat, tapi ada rindu yang mengikat (**)

Maaf, suratmu tertunda beberapa hari. Setelah membaca beberapa teori tentang corporate social responsibility, technology and privacy in the workplace and other…. ternyata lebih senang melukismu dalam ingatan dan walau kau bukan teori, tapi aku cukup paham; siapa kau, di mana kau, suka apa kau, benci apa kau. Bagiku kau angin sepoi yang menjatuhkan monyet di dahan kelapa; pernah baca kisah ini kah? Kalau belum, lain kali aku ceritakan untukmu, menghantarkanmu pada pengambilan keputusan yang benar juga baik. Oh ya… kau mungkin lebih mahir, aku lupa! Kepalaku ternyata lebih besar dari hatiku. Please jangan ditertawakan!

Walau ku tulis surat ini Masih tentangmu, ternyata alurnya tetap ditanganku. Pada sisi yang sama atau berbeda, aku tetap ada pada cerita yang sama; tentangmu dan tentangku, bukan tentang kita.