aku pulang

Tuhan mengusirku dari langit, kemudian aku tinggal di bumi. Tuhan mengusirku dari bumi, kemudian aku berdiam diri dan hilang akal. Manusia yang tak punya jiwa, jiwa yang tak punya ruh. Aku malu, ku sembunyikan wajahku dalam-dalam, mengeluarkan hujan dari mata, meratakan pundak dengan lutut. Aku pulang… Aku dekat, Kau semakin dekat. aku jauh, Kau tetap dekat. Pada jiwa yang mana Kau bersemayam? Sedang aku masih saja tak tahu diri.

:Tuhan ciptakan sekerat daging, kemudian diberi nama qalbu. Yang menggantung tak tersanggah, seperti darah yang menghitam. Ketika Adam terbisik oleh syaithan lewat qarin, runtuhlah iman kemudian tiada qalbu. Walau dhomir selalu mengatakan yang benar itu benar yang salah tiada benar. Berpisah hawa dari tempat rusuknya kemudian bertemu di jabal rahmah, hendak kemana dicari? Semua berpulang pada arsy yang bergetar.

Tangerang, 13 Mei 2012

selepas pantai

ada jejak yang tertinggal selepas kakimu berpijak, ada buih yang mengiringi air yang melumat aksara. masih di peraduan yang sama, dengan liuk-liuk ombak yang menghantam karang, juga tentang keabadian bayang yang dipantulkan matahari.

senja hari atau tiada siang karena awan berkumpul menjadi hitam, seharusnya tak dapat mengaburkan kita dari nikmat menikmati nikmat. esok ataupun lusa, tetap sama.

bila pasir tak bisa digenggam erat, kau hanya perlu tautkan jari-jarimu ke jari-jariku. saat layar mulai rapuh tak bertemu dermaga, terus kayuh perahumu, karena kau nahkoda dan aku adalah angin.

Pantai Parangtritis, 04 Mei 2012 — at Yogjakarta.