Menepi

Semua larut dengan dunia, ketika mereka meracau tak tahu malu ke langit, kini menginjak-nginjak bumi dengan pongak. Apa yang hendak dikata oleh pejuang-pejuang kecil berperut buncit, mengais rezeki di tong-tong sampah ketamakan… ya ketamakan, ketamakan kalian yang berujung pengkhianatan janji. Mulai kami menangis melihat dunia dan tertimbun tanah yang merah, kami tetap kami, menepi ataupun berjuang, kuping kalian tetap tuli, tersumbat kerikil-kerikil dari neraka. Maaf aku meracau tak karuan di tepian jalan pulang.

kau tahu apa itu hidup Nak?

Ada yang mencaci, ada yang menghina, ada yang memaki dan ada yang memuji. Ini hidup Nak kau harus tahu itu, butuh ketangguhan untuk menghadapinya. Kau harus menjadi batu, kau juga harus menjadi air. Batu adalah partikel padat yang bisa kau gunakan untuk melempar orang-orang yang kau tak suka, batu juga bisa kau gunakan untuk bertahan hidup walaupun nanti akan terkikis bila selalu kau pakai. Air… ya air, kau juga harus menjadi air yang mengalir, bisa meresap elemen apapun bila tidak kau akan terus mengalir sampai kau tahu apa yang harus kau tuju. Air juga kadang keras seperti batu, melebihi batu malah, dia bisa menghancurkan apapun, bila kau mau.

Kalau kau hanya menjadi daun-daun yang hijau dan indah dipandang, kemudian kau menguning dan mengering, kau akan terbawa angin, lepas dari ranting-ranting yang kau tempati, mengikuti angin yang menghempasmu kemudian kau akan jatuh ke tanah, diiringi injak-injakan makhluk-makhluk lain yang tak menganggapmu ada.

Bila kau mau menjadi bunga, bunga apa yang akan kau pilih? Mawarkah? Yang menunjukan keangkuhan lewat durinya. Padahal ia sangat disukai semua orang, mengapa ia mengitu takut disentuh orang-orang yang hanya akan merusaknya dan mengapa dia begitu berbelas asih untuk orang-orang yang jatuh cinta? Perlu kau tahu Nak, kelopaknya akan runtuh seiring kau mencintainya, durinya akan menusukmu karena kau sangat ingin memilikinya. Kau harus tahu Nak, hidup bukan sekedar menyenangkan orang lain yang melihatmu, atau hidup bukan sekedar untuk menjaga keindahanmu saat itu. Hidup adalah jalan kita menuju Rabb yang Khaliq.

Kau suka senandung Nak? Senandung yang membuatmu bahagia, senandung yang membuatmu menangis, senandung yang membuatmu berarti, senandung yang membuatmu tiada. Hidup bagaikan syair-syair yang kau senandungkan lewat gema yang kosong, kau akan mendapatkan suaramu kembali dengan utuh dan begitu keras. Kau harus mempersiapakan telinga untuk mendengar, kau harus mempersiapkan mulut untuk berkelit, kau harus mempersiapakan hati untuk merasa. Tak ada yang luput dari pengawasan-Nya Nak.

Apa kau pernah merasa sepi? Sepi karena sendiri, sepi karena ramai, sepi karena kau tak tahu apa yang kau mau. Rasa sepi itu menyakitkan kau bisa mati karenanya, jadi berhati-hatilah kau menjaga hatimu.

Yang mereka ingin…
kau terus berkibar seperti angin
kau terus kuat seperti tanah
kau terus tersenyum seperti matahari
kau terus bahagia seperti embun
kau terus bertahan seperti cahaya

Kau tidak sendiri…
masih ada aku
masih ada dia
masih ada kami
masih ada mereka
masih ada hari esok
masih ada Tuhan

Ya Tuhan… apa kau sudah mengenalNya? Cobalah berkenalan denganNya, jatuh cinta padaNya, merindukanNya. Kau tidak akan sengsara, kau tidak akan terluka, walau seisi dunia tak kau punyai. Berbagilah denganNya, ceritakan saat kau sedih, ceritakan saat kau bahagia, lewat kidung-kidung doa yang kau panjatkan. Percayalah bahwa Dia tidak akan meninggalkanmu, meski kau berbuat salah, meski kau berpaling dariNya. Dia tidak marah, Dia hanya menyentuhmu dengan lembut lewat surat-surat cinta yang selalu kau baca selepas duniamu. Ingatlah Nak… kau harus tetap semangat karena Tuhan selalu mengabulkan apa-apa yang kau inginkan.

For My Prudent… we love you all

As’aluka billaah… will you marry me?

As’aluka billaah… will you marry me?

Tahukah anda, mana laki-laki yang benar-benar mencintai karena Allah dan hanya iseng semata. Coba cermati dari beberapa sudut deh… pernahkah mereka meremehkan anda (berkata yang tidak senonoh)? Pernahkah mereka menertawakan candaan yang membahas tentang pelecehan wanita? Pernahkah mereka memaksa melakukan hal yang memang belum pantas untuk dilakukan? Dengan alasan ‘aku sayang kamu’.

Yuukk… kita cermati bareng-bareng apa bener nih orang (laki-laki) serius sama kita or just kidding, just happy, just hujan heee…

Nyatanya di lapangan (dunia nyata maksudnya) banyak laki-laki yang bilang sayang dan sudah mendapatkan sesuatu dari kita, pada akhirnya bilang ‘kayanya kita udah gak cocok’ beeeeewwwwhhhh gubrrraaakkkk deh kita, kemakan cocok terus gak cocok.  *na’uuzhubillah

Koreksi lagi yuukk.. apa kita yang salah? atau mereka yang salah? hmmmm…. gak usah cari yang salah deh yang penting kamu inget, kamu tuh lagi di incer (awasi) sama Tuhan. Coba kalau kita pake konsep ihsan bila mau melakukan apapun, masih inget konsepnya? Mari kita mengingat bersama-sama, IHSAN:” Mengabdilah kamu kepada Allah seakan-akan kamu melihat Dia. Jika kamu tidak melihatNya, sesungguhnya Dia melihatmu” nah ingatannya dah kembali pulihkan? Kalau nanti diantara kita ada yang lupa, yuk kita ingetin sama-sama, hitung-hitung berdakwah kecil-kecilan.

Nah bagaimana ya kalau ada yang ngajak nikah tapi tuh orang (laki-laki) sambil sengegesan (senyum-senyum malu) gimana ya?

Coba kita pereteli dulu deh. Pernahkah dia menyentuh kita? Pernahkah dia mengajak berbuat maksiat? Pernahkah dia mencoba merayumu? Pernahkah? Pernahkah? (tanya sendiri)

Laki-laki kaya gini masih diragukan ya?

Atau pernahkah ada yang meminang anda dengan kalimat ‘as-aluka billaah… will you marry me?’ (aku meminta/bertanya kepadamu dengan nama Allah, maukah kau menikah denganku?) wuiiiihhh pake nama Allah… apa masih harus diragukan?

Kehati-hatian itu perlu karena menikah adalah hal yang bukan main-main, ini adalah sunnah NabiyaAllah dan bisa menjadi wajib bagi kita (coba liat hukum menikah). Untuk yang bilang mengikut sertakan kalimat Allah, sebaiknya ditelaah kembali. Syar’ikah dia mengkhitbah kita? Meminta kita langsung kepada kita atau langsung menemui keluarga kita? Selalu ghodul bashar (menjaga pandangan) atau tidak ketika melihat kita?

Wah pokoknya banyak deh yang harus diperinci… tapi ingatlah keputusan yang terbaik harus tetap diserahkan kepada Allah dengan jalan sholat istikharah (sholat meminta petunjuk). *keep mendakwahi diri ^_^

Valentine Day Vs Qurban+Muharram

hari ini tanggal 14 febuari 2012, saya 2 orang sahabat mengirimkan sms tentang beberapa sejarah VALENTINE DAY, inilah beberapa sms yang dikirim:

SEJARAH VALENTINE DAY
#1
Kaum Paganis/penyembah dewa setiap tanggal 14 Febuari, menyembelih kambing untuk dipersembahkan pada Dewa Zeus dan Hera. kemudian berlari sambil membawa kulit kambing dan disentuhkan pada setiap agar mendapatkan berkah.

#2
St. Valentin seorang pastur dihukum pancung pada tanggal 14 Februari oleh Raja Claudius karena tidak mematuhinya.
Raja membuat peaturan bahwa setiap pemuda di Negaranya tidak boleh menikah dan wajib menjadi tentara. Pastur Valentin menikahkan para pemuda dengan sembunyi-sembunyi sampai dia dihukum pancung. Dia dianggap sebagai pahlawan cinta, sehingga setiap tanggal 14 Februari diperingati hari valentin.

PANDANGAN ISLAM:

Rasulullah SAW bersabda: “barang siapa mengikuti suatu kaum, maka kita termasuk kaum tersebut” Na’uzhubillah.

****

dan banyak lagi cerita versi lainnya. kalau kita merujuk pada kisah-kisah NabiAllah, ada beberapa kisah cinta yang mestinya kita lakukan karena sunnah Nabi dan karena kecintaan kita kepada Sang Kholiq. apa anda pernah mendengan kisah Nabi Ibrahim? ketika ia mempersembahkan putra sematawayang, putra yang ia idam-idamkan dan ia cintainya, ia korbankan hanya untuk Allah karena cintanya melebihi kecintaan ia terhadap anak. maka diperingati hari ini dengan hari qurban (idul adha), dimana Nabi Ismail yang akan disembelih ridho terhadap perintah Allah yang diwahyukan kedalam mimpi Sang Ayah, kemudian digantilah Ismail dengan seekor domba. begitu juga dengan kisah Nabi Adam yang dipertemuan Siti Hawa setelah berpuluh-puluh tahun perpisah dikarenakan penghapusan dosanya akibat memakan buah khuldi.

semua cerita cinta para NabiAllah mengisahkan cintanya hanya kepada Allah. bagaimana dengan kita? semoga Allah melindungi hati kita yang beserak di jalan yang salah. wa’Allahu a’lam

1 suro

pada malam itu kau berbisik ditelingaku…

“sayang… bangun! kau dengar sesuatu?”

ada apa Yah?

“dengarlah…! ada suara indah diluar sana.”

kau buatku merinding, sudahlah kita tidur saja! jangan hiraukan suara-suara itu.

“baiklah biar aku yang saja yang melihatnya diluar.”

 

1 suro

 

malam ini malam rabu

malam yang kelabu

saat jantung menggebu

ku dengar bertalu-talu

angin mengibaskan sayapnya

perahu pecah diterjang ombak

tanpa malu ku intip karang yang mulai melayu

banyak segerombolan pemuda memadu kasih ditepian hilir pantai

hai kau yang disana…!!!

teriak seorang pemuda “jangan berdiri diatas batu retak itu!

kau akan hancur terbawa ombak”

aku tak perduli

rasa penasaran ku tergunjang

wangi menyan dimana-mana

ku lihat ada wanita cantik memasang belenggu dihati

sudah kulihat semuanya ternyata rumit

(23 Juni 2011)

BAJU PUTIH (sharing)

Beberapa kali saya memakai baju putih (bukan kemeja) untuk memenuhi panggilan pekerjaan baik perusahaan maupun rumah sakit.

Oke… mari kita mulai dengan pembahasan baju putih pertama yaitu diperusahaan. Tepatnya bulan November 2010, berkas lamaran saya diterima oleh perusahan Garment, bisa dibilang taraf internasional (ekspor-infor). Ada dua orang yang berhasil terjaring untuk wawancara/mungkin memang hanya ada dua orang pelamar saya, termasuk saya. Sebenarnya tidak rumit waktu wawancara.

  1. Kita hanya diprintahkan mengisi form yang berbahasa inggris dengan jawaban inggris pula (sebelum wawancara)
  2. Wawancara dilakukan dengan berbahasa Indonesia, dengan pertanyaan-pertanyaan standar (mengapa tertarik melamar kesini? Bagaimana pekerjaan sebelumnya? Fasihkah anda dalam berbahasa inggris, karena disini kami berkomunikasi dengan bahasa inggris (bila diperlukan).

Masalahnya adalah ketika saya mengisi form yang semuanya berbahasa inggris,banyak suku kata yang tidak familiar/memang saya tidak mengetahui artinya. Juga ada beberapa perjanjian dalam form yang sedikit saya mengerti,dan saya tidak menyetujui perjanjian itu atau mungkin saya tidak tahu semua maksud dalam perjanjian itu (hehehe beginilah orang yang tidak bisa bahasa inggris). Sambil bertanya dengan teman disebelah saya ‘Mbak ini apa ya artinya?’….

Setelah selesai mengisi form, karena begitu lamanya menunggu personalia/HRD (sedang rapat dadakan dengan Bos-nya). Saya berbincang-bincang dengan orang yang disamping saya, basa-basi menanyakan nama, alamat, lulusan, dan pekerjaan yang sedang ditekuni. Taukah anda nama panggilannya sama dengan nama panggilan saya ‘Lia’, dia tidak meneruskan kuliah (mungkin hanya sampai beberapa semester saja) dengan alasan-alasan yang bejibun (banyak), yang tidak dipaparkan kepada saya, dia masih terikat kerja diperusahaan ……, begitu juga dengan saya.

Sudah selesai berbasa-basi dan menunggu begitu lama, akhirnya dipanggil juga untuk sesi wawancara. Karena saya datang terakhir maka Lia yang satunya lagilah yang diwawancara pertama, dengan pertanyaan standar (sudah saya paparkan diatas). Setelah selesai diwawancara, Lia pamit dan pulang lebih awal dari saya. Nah sekarang giliran saya untuk diwawancara,pembahasan pertama mengenai pekerjaan yang saya tekuni sakarang ‘bukankah enak menjadi seorang Guru? Kenapa hendak beralih profesi?’, saya jawab sekenanya saja (…..). ‘mengapa mengambil jurusan psikologi?’ sudah takdir mungkin (jawaban yang aneh hehehe). ‘bisa berbahasa inggris dengan fasih?’ saya hanya sedikit mengerti pembicaraan. ‘maksudnya tidak bisa sama sekali berbahasa inggris?’ saya bisa tapi hanya sedikit (lagi pembelaan diri nih hehehe). Terdengar suara ooohhh dari si HRD, sembari melihat-lihat berkas lamaran+form yang ada ditangannya. Wah saya mengerti mengapa HRD bilang ‘oh’…. Mungkin karena pengisian form saya yang acakadut (berantakan), ada yang saya jawab (mungkin salah ngisi) dan ada yang saya biarkan begitu saya saja. Hmmmm… tidak lama diwawancara dan belum selesai diwawancara, si HRD dipanggil oleh Bos. Dengan mengatakan kepada saya, ‘sebentar ya Mbak’, ya. Sebentarnya menurut dia berapa lama ya… beberapa detikkah? Menitkah? Jamkah?

Sudah lama rasanya saya menunggu, sambil berfirasat ‘sepertinya saya tak diterima kerja disini’ (mungkin faktor bahasa inggris saya yang jeleknya minta ampun). Hemmm… sembari mengingat-ngingat waktu saya kuliah, ada ujian toefle sebagai persyaratan sidang skripsi dengan jumlah minimal 450, alhamdulilah lulus,beberapa angka diatas jumlah standar yang ditentukan. Ya…. Mungkin faktor keberuntungan/mungkin memang sudah takdir/mungkin sedikit-banyaknya saya mengerti. Wah…. Belum muncul juga HRD itu, sudah 1 jam lebih saya menunggu untuk menyelesaikan wawancara.

Setelah selesai mengingat-ngingat masa kuliah, sketarisnya menyampaikan pesan kepada saya, ‘Mbak disuruh datang lagi nanti, untuk melanjutkan sesi wawancaranya’. Hahhh…. Dari tadi ke bilangnya (dalam hati), ‘oya mbak makasih’ saya. Dijalan pulang saya mengamati pakaian yang saya kenakan, ‘oh baju putih’.

Hmmm…firasat saya benar, saya tidak diterima kerja, karena saya sudah menunggu lama dan tidak ada kabar. Kemungkinan besar ‘Lia’ yang satunya lagi yang diterima.

Baju putih kedua

sekitar pertengahan tahun 2011, saya masih mengadu nasib dengan baju putih yang sama. setelah mengajukan lamaran dibeberapa sekolah (walaupun saya sudah mengajar di sekolah lain), saya terus berharap ada temapat untuk saya mendapatkan rezeki lebih baik lagi. hp berdering… ketika diangkat dikabarkan saya masuk interview di sekolah “….” dengan beberapa tahapan: wawancara, micro teaching dan psikotes. ya.. baju putih itu saya pakai ketika uji micro teaching (beberapa minggu setelah lulus wawancara), dengan persiapan yang tak matang dikabarkan saya harus membuat RPP dan materi yang akan dibawakan, wuuuiiiihhhh… tarik nafas dulu karena saya belum tau micro teaching itu seperti apa (coz dikuliah gak diajarin itu, lha saya bukan dari pendidikan ko) tapi setidaknya saya sudah punya pengalaman mengajar 10 bulan (belum cukup untuk saya menjadi pengajar yang baik, samapai sekarang saya masih terus belajar). singkat cerita antara berharap lulus dan tak lulus (coz tempat sekolah yang baru lumayan jauh), saya tetap berharap yang terbaik. hp bunyi: “dengan bu lia?” ya benar. “kami dari sekolah ‘…’ mengabarkan ibu untuk ikut psikotes yang akan diselenggarakan tanggal…… (saya lupa)”. akhirnya lulus dengan baju putih yang sama.

Ibrah (pelajaran) dan Tahadats Bil Hikmah (berbicara dengan/tentang hikmah)

  1. Tidak semua orang yang tidak kuliah/tidak bisa meneruskan kuliahnya,menjadi terputus pintu rezekinya (Allah tidak akan salah memberikan rezeki pada masing-masing hambanya). Nama panggilan kita sama, aku ‘Lia’ dan dia ‘Lia’.
  2. Jangan pernah menganggap enteng orang yang tidak kuliah/tidak meneruskan kuliah, karena siapa tahu mereka lebih pintar dibanding yang kuliah. Saya telah membuktikannya sendiri. Saya hanya punya ijazah yang bisa saya pertanggung jawabankan dengan beberapa ilmu yang masih menempel diingatan saya, yang saya tidak punya adalah keahlian didalam berbahasa inggris,juga keberuntungan belum ada dipihak saya.
  3. Kenali mereka dengan baik, human being is human being.
  4. Bersyukurlah atas semua nikmat yang telah Allah berikan kepada masing-masing hambanya. ‘Apabila kalian bersyukur atas nikmatKu,maka akan Aku tambahkan. Akan tetapi apabila kalian ingkar atas nikmatKu, maka azabKu amatlah pedih’.
  5. Jangan kau letakkan dunia dihati, tapi letakakanlah dunia ditanganmu.