di ujung lampu pijar

1#
Lasti terus saja menulis tanpa henti, kemudian dia baca kembali dengan ejaan yang di ulang-ulang. Malam ini untuk sekian kalinya, ia belajar menulis untuk sang kekasih seorang guru sekolah dasar.

2#
Slamet terus bersemangat menyebutkan satu persatu huruf abjad. Sebagian murid mengikuti, sebagian yang lain bermain dengan dunianya. Sesekali Ia usap peluh yang terus saja bercucuran dari keningnya. Hari ini matahari begitu terik, ditambah suara gaduh di dalam kelas sekolah luar biasa (SLB), sudah 1 tahun Ia mengabdi di sekolah itu. Tanpa ada yang tahu, mengapa Ia tinggalkan sekolah tempatnya dulu mengajar.

3#
: selesai menulis, Lasti merebahkan badanya pada dipan yang sudah lapuk. Senyumnya terus saja mengembang. Esok, surat itu akan ia sampaikan langsung pada pujaan hatinya.

~
dewasa nanti,
saya akan tetap menyukai bapak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s