Resensi Buku Jatuh; Azhar Nurun Ala

Photo0563

saya ikut terJatuh membaca buku ini.

siang tadi bukunya sudah Jatuh di rumah, sore hari bukunya tepat Jatuh di tangan saya, sesampainya di rumah. walaupun belum banyak yang saya baca, tapi saya sudah terlanjur Jatuh membaca tulisan yang berjudul JATUH:

04.05
Alarmku berbunyi

Aku bangun dengan hati yang pegal. ada bertumpuk-tumpuk rindu yang mengisi hampir seluruh ruang dalam rongga dada dan seluruhnya melekat erat di sana: pada segumpal daging maha lembut bernama hati–yang entah bagaimana caranya akhir-akhir ini punya daya tahan banting tinggi karena telah kau jatuhkan berkali-kali. setiap hari. setiap pagi bahkan sebelum aku mandi.

tapi pagi ini ada yang berbeda, nafasku diganjal oleh pegal, semacam sesak yang tak tertebak. apa yang terjadi?

: anak muda yang berbakat, lewat kata-katanya yang lembut dan perangai yang baik. sekilas yang saya baca, walaupun belum pernah bertemu secara langsung (gestur) Azhar Nurun Ala.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s