selepas pantai

ada jejak yang tertinggal selepas kakimu berpijak, ada buih yang mengiringi air yang melumat aksara. masih di peraduan yang sama, dengan liuk-liuk ombak yang menghantam karang, juga tentang keabadian bayang yang dipantulkan matahari.

senja hari atau tiada siang karena awan berkumpul menjadi hitam, seharusnya tak dapat mengaburkan kita dari nikmat menikmati nikmat. esok ataupun lusa, tetap sama.

bila pasir tak bisa digenggam erat, kau hanya perlu tautkan jari-jarimu ke jari-jariku. saat layar mulai rapuh tak bertemu dermaga, terus kayuh perahumu, karena kau nahkoda dan aku adalah angin.

Pantai Parangtritis, 04 Mei 2012 — at Yogjakarta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s