Menepi

Semua larut dengan dunia, ketika mereka meracau tak tahu malu ke langit, kini menginjak-nginjak bumi dengan pongak. Apa yang hendak dikata oleh pejuang-pejuang kecil berperut buncit, mengais rezeki di tong-tong sampah ketamakan… ya ketamakan, ketamakan kalian yang berujung pengkhianatan janji. Mulai kami menangis melihat dunia dan tertimbun tanah yang merah, kami tetap kami, menepi ataupun berjuang, kuping kalian tetap tuli, tersumbat kerikil-kerikil dari neraka. Maaf aku meracau tak karuan di tepian jalan pulang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s