Cara memilih pasangan

Bagaimana memilih pasangan hidup?

Ketika pernikahan terbentuk dibenak kita dan ketika pikiran kita ingin menyempurnakan separuh agama, maka kita harus berhati-hati dan tidak tergesa-gesa dalam memilih wanita atau pria yang akan menjadi pasangan hidup, khususnya untuk para kaum pria dalam memilih calon istri harus benar-benar selektif karena wanita tempat melimpahkan segala rahasia, ibu rumah tangga, ibu anak-anak. Banyak kaum muda yang tergesa-gesa dalam menentukan pasanganya semata-mata karena terpesona akan kecantikannya, hingga akhirnya terjerumus kedalam penderitaan dan kesengsaraan karena banyak menghadapi berbagai masalah. Oleh karena itu Islam mengajarkan kaum pria untuk memilih pasangan hidupnya dengan baik dan memberikan dasar-dasar, prinsip-prinsip dan kaidah-kaidah yang mendalam.

Prinsip-prinsip dalam memilih pasangan1.

1. Agama

Prinsip pertama yang diletakakn Islam dalam memilih pasangan hidup adalah wanita yang taat beragama. Karena agama melindungi perempuan dari berbagai pelanggaran dan hal-hal yang haram. Wanita yang taat beragama jauh dari segala hal yang dibenci Allah dan mencemarkan kehormatan suami. Sebaliknya, wanita rusak, menyimpang serta jauh dari petunjuk dan ajaran agama, maka tidak akan diragukan lagi ia akan mudah terjebak dalam jeratan syetan dan tidak bisa dipercaya dalam menjaga kemaluan atau memelihara kehormatan, bahkan bahaya akan semakin besar jika kerusakan itu dibarengi dengan kecantikan dan kekayaan. Oleh karna itu, Islam benar-benar menganjurkan untuk memilih pasangan hidup yang memiliki dasar agama yang kuat. Rasullah saw menjelaskan beberapa tipe dalam memilih perempuan. Beliau bersabda, yang artinya “ Perempuan dinikahi karena empat hal: karna kekayaannya, kecantikannya, keturunannya dan karna agamanya. Pilihlah yang memiliki agama yang kuat maka kamu akan beruntung.” (HR. Ahmad)

2. Akhlak

Artinya, wanita yang akan dijadikan sebagai istri harus berakhlak mulia. Unsur ini berkaitan dengan prinsip pertama yaitu agama, sebab wanita yang taat beragama pasti memiliki akhlak yang mulia

3. Wanita yang masih gadis

Islam menganjurkan untuk memilih wanita yang masih gadis karna memang watak manusia suka tehadap hal yang baru dan menghindari wanita yang sudah pernah disentuh laki-laki lain sebelumnya.

4. Wanita yang subur

Sebenarnya masalah keseburan merupakan sesuatu yang bisa diterka dan bukan sesutau yang mustahil, tetapi Allah memerintahkan kita untuk mencari tahu tentang masalah itu walaupun dalam bentuk yang sedikit. Para ahli mengatakan bahwa perempuan yang subur bisa diketahui melalui dua hal, yaitu: pertama, terbabasnya tubuh wanita dari berbagai penyakit yang menyebabkan tidak bisa hamil. Kedua, melihat kondisi ibu dan saudara-saudara perempuannya yang sudah menikah.

5. Kedekatan usia dan tingkat pendidikan

Diantara prinsip yang ditetapkan Islam dalam memilih pasangan hidup adalah kedekatan usia, tingkat pendidikan, dan keturunan. Inilah yang disebut dengan Takafu’ atau Sekufu dalam ilmu fiqih.

Syarat-syarat memilih pasangan

Islam sangat menekankan syarat-syarat memilih istri dan suami. Seperti yang telah kita ketahui Islam mempunyai syarat mendasar yaitu:

  1. Akhlak
  2. Agama

Dengan demikian nasib rumah tangga keluarga dan anak-anak tidak berakhir dingin dan tidak timbul berbagai macam kesulitan.

 

Kriteria Memilih Pasangan Hidup Menurut Islam

Islam mengajarkan kepada umatnya untuk mengetahui tentang tujuan menikah dan berhati-hati dalam memilih pasangan hidup, karena hidup berumah tangga diniatkan untuk selama-lamanya sampai akhir hayat. Muslim atau Muslimah dalam memilih calon istri atau suami tidaklah mudah tetapi membutuhkan waktu, karena kriteria memilih harus sesuai dengan syariat Islam. Orang yang hendak menikah, hendaklah memilih pendamping hidupnya dengan cermat, hal ini dikarenakan apabila seorang Muslim atau Muslimah sudah menjatuhkan pilihan kepada pasangannya yang berarti akan menjadi bagian dalam hidupnya. Wanita yang akan menjadi istri atau ratu dalam rumah tangga dan menjadi ibu atau pendidik bagi anak-anaknya demikian pula pria menjadi suami atau pemimpin rumah tangganya dan bertanggung jawab dalam menghidupi (memberi nafkah) bagi anak istrinya.


A. Kriteria Memilih Calon Istri

Dalam memilih calon istri, Islam telah memberikan beberapa petunjuk di antaranya :

  1. Hendaknya calon istri memiliki dasar pendidikan agama dan berakhlak baik karena wanita yang mengerti agama akan mengetahui tanggung jawabnya sebagai istri dan ibu.

Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, yang artinya :

Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, beliau bersabda : “Perempuan itu dinikahi karena empat perkara, karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan karena agamanya, lalu pilihlah perempuan yang beragama niscaya kamu bahagia.” (Muttafaqun ‘Alaihi)

Dalam hadits di atas dapat kita lihat, bagaimana beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menekankan pada sisi agamanya dalam memilih istri dibanding dengan harta, keturunan, bahkan kecantikan sekalipun.

Demikian pula Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya :

“Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang Mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun ia menarik hatimu … .” (QS. Al Baqarah : 221)

Sehubungan dengan kriteria memilih calon istri berdasarkan akhlaknya, Allah berfirman, yang artinya :

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula) … .” (QS. An Nur : 26)

Seorang wanita yang memiliki ilmu agama tentulah akan berusaha dengan ilmu tersebut agar menjadi wanita yang shalihah dan taat pada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Wanita yang shalihah akan dipelihara oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagaimana firman-Nya, yang artinya :

“Maka wanita-wanita yang shalihah ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara dirinya, oleh karena itu Allah memelihara mereka.” (QS. An Nisa’ : 34)

Sedang wanita shalihah bagi seorang laki-laki adalah sebaik-baik perhiasan dunia.

“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim)

2. Hendaklah calon istri itu penyayang dan banyak anak.

Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam pernah bersabda, yang artinya :

Dari Anas bin Malik, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda, yang artinya : ” … kawinilah perempuan penyayang dan banyak anak … .” (HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban)

Al Waduud berarti yang penyayang atau dapat juga berarti penuh kecintaan, dengan dia mempunyai banyak sifat kebaikan, sehingga membuat laki-laki berkeinginan untuk menikahinya.

Sedang Al Mar’atul Waluud adalah perempuan yang banyak melahirkan anak. Dalam memilih wanita yang banyak melahirkan anak ada dua hal yang perlu diketahui :

a. Kesehatan fisik dan penyakit-penyakit yang menghalangi dari kehamilan. Untuk mengetahui hal itu dapat meminta bantuan kepada para spesialis. Oleh karena itu seorang wanita yang mempunyai kesehatan yang baik dan fisik yang kuat biasanya mampu melahirkan banyak anak, disamping dapat memikul beban rumah tangga juga dapat menunaikan kewajiban mendidik anak serta menjalankan tugas sebagai istri secara sempurna.

b. Melihat keadaan ibunya dan saudara-saudara perempuan yang telah menikah sekiranya mereka itu termasuk wanita-wanita yang banyak melahirkan anak maka biasanya wanita itu pun akan seperti itu.

3. Hendaknya memilih calon istri yang masih gadis terutama bagi pemuda yang belum pernah nikah.

Hal ini dimaksudkan untuk mencapai hikmah secara sempurna dan manfaat yang agung, di antara manfaat tersebut adalah memelihara keluarga dari hal-hal yang akan menyusahkan kehidupannya, menjerumuskan ke dalam berbagai perselisihan, dan menyebarkan polusi kesulitan dan permusuhan. Pada waktu yang sama akan mengeratkan tali cinta kasih suami istri. Sebab gadis itu akan memberikan sepenuh kehalusan dan kelembutannya kepada lelaki yang pertama kali melindungi, menemui, dan mengenalinya. Lain halnya dengan janda, kadangkala dari suami yang kedua ia tidak mendapatkan kelembutan hati yang sesungguhnya karena adanya perbedaan yang besar antara akhlak suami yang pertama dan suami yang kedua. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menjelaskan sebagian hikmah menikahi seorang gadis :

Dari Jabir, dia berkata, saya telah menikah maka kemudian saya mendatangi Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dan bersabda beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam : “Apakah kamu sudah menikah ?” Jabir berkata, ya sudah. Bersabda Rasulullah : “Perawan atau janda?” Maka saya menjawab, janda. Rasulullah bersabda : “Maka mengapa kamu tidak menikahi gadis perawan, kamu bisa bermain dengannya dan dia bisa bermain denganmu.”

  1. 4. Mengutamakan orang jauh (dari kekerabatan) dalam perkawinan.

Hal ini dimaksudkan untuk keselamatan fisik anak keturunan dari penyakit-penyakit yang menular atau cacat secara hereditas. Sehingga anak tidak tumbuh besar dalam keadaan lemah atau mewarisi cacat kedua orang tuanya dan penyakit-penyakit nenek moyangnya. Di samping itu juga untuk memperluas pertalian kekeluargaan dan mempererat ikatan-ikatan sosial.

B. Kriteria Memilih Calon Suami

1. Islam

Ini adalah kriteria yang sangat penting bagi seorang Muslimah dalam memilih calon suami sebab dengan Islamlah satu-satunya jalan yang menjadikan kita selamat dunia dan akhirat kelak. Sebagaimana firman Allah SWT, yang artinya:

“ … dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita Mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang Mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke Surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.” (QS. Al Baqarah : 221)

2. Berilmu dan Baik Akhlaknya.

Masa depan kehidupan suami-istri erat kaitannya dengan memilih suami, maka Islam memberi anjuran agar memilih akhlak yang baik, shalih, dan taat beragama.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda, yang artinya :

“Apabila kamu sekalian didatangi oleh seseorang yang Dien dan akhlaknya kamu ridhai maka kawinkanlah ia. Jika kamu sekalian tidak melaksanakannya maka akan terjadi fitnah di muka bumi ini dan tersebarlah kerusakan.” (HR. At Tirmidzi)

Islam memiliki pertimbangan dan ukuran tersendiri dengan meletakkannya pada dasar takwa dan akhlak serta tidak menjadikan kemiskinan sebagai celaan dan tidak menjadikan kekayaan sebagai pujian. Sebagaimana firman Allah Ta’ala, yang artinya :

“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu dan orang-orang yang layak (nikah) dan hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. An Nur : 32)

Laki-laki yang memilki keistimewaan adalah laki-laki yang mempunyai ketakwaan dan keshalihan akhlak. Dia mengetahui hukum-hukum Allah tentang bagaimana memperlakukan istri, berbuat baik kepadanya, dan menjaga kehormatan dirinya serta agamanya, sehingga dengan demikian ia akan dapat menjalankan kewajibannya secara sempurna di dalam membina keluarga dan menjalankan kewajiban-kewajibannya sebagai suami, mendidik anak-anak, menegakkan kemuliaan, dan menjamin kebutuhan-kebutuhan rumah tangga dengan tenaga dan nafkah.

Jika dia merasa ada kekurangan pada diri si istri yang dia tidak sukai, maka dia segera mengingat sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, yang artinya:

Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu berkata, bersabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam : “Jangan membenci seorang Mukmin (laki-laki) pada Mukminat (perempuan) jika ia tidak suka suatu kelakuannya pasti ada juga kelakuan lainnya yang ia sukai.” (HR. Muslim)

Sehubungan dengan memilih calon suami untuk anak perempuan berdasarkan ketakwaannya, Al Hasan bin Ali rahimahullah pernah berkata pada seorang laki-laki :

“Kawinkanlah puterimu dengan laki-laki yang bertakwa sebab jika laki-laki itu mencintainya maka dia akan memuliakannya, dan jika tidak menyukainya maka dia tidak akan mendzaliminya.”

Untuk dapat mengetahui agama dan akhlak calon suami, salah satunya mengamati kehidupan si calon suami sehari-hari dengan cara bertanya kepada orang-orang dekatnya, misalnya tetangga, sahabat, atau saudara dekatnya.

Demikianlah ajaran Islam dalam memilih calon pasangan hidup. Betapa sempurnanya Islam dalam menuntun umat disetiap langkah amalannya dengan tuntunan yang baik agar selamat dalam kehidupan dunia dan akhiratnya. Wallahu A’lam Bis Shawab.

Solusi

1. Sholat Istikhorah

Sholat istikhorah merupakan suatu hal yang sunnah dalam agama Islam yang diajarkan rasulullah saw. Sholat istikhorah dikerjakan ketika kita dalam keadaan bingung menentukan dua hal yang tidak kita ketahui mana yang baik mana yang buruk. Dalam keadaan seperti itu, selayaknya kita memohon pertolongan Allah dengan cara mengerjakan sholat istikhorah, sebab Allah mengetahui hal-hal yang tidak tampak baik yang dibumi maupun di langit.

2. Melihat wanita yang akan dilamar

Jika kita merindukan seorang wanita yang telah kita pilih melalui sholat istikhorah, maka Islam mensyariatkan untuk melihatnya sebelum melalui peruses pernikahan, sabda rasulullah saw,” Jika Allah meletakan rasa suka pada diri salah seorang diantara kalian terhadap seorang wanita maka hendaklah ia melihatnya, karena hal itu lebih memungkinkan untuk menyatukan antara keduanya.” (HR. Ibnu Majah)

DAFTAR PUSTAKA

Abu Abbas, M. Adil Abdul, Ketika menikah jadi pilihan, terj. Gazi Saloom, Judul

asli, Al-Zawaj wa al-‘Alaqaat al-Jinsiyyiah Fi al-Islam, Almahira; catakan 1, 2001

Mazhahiri, Husain, Pintar Mendidik anak, Lentera: Jakarta 2002

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2 thoughts on “Cara memilih pasangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s